SAUMLAKI – Tonggak sejarah baru tercipta di Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Untuk pertama kalinya, pesawat kargo Boeing 737-300F milik Rimbun Air berhasil mendarat di Bandara Mathilda Batlayeri, Saumlaki, Senin (6/7/2026).
Penerbangan bersejarah tersebut dioperasikan menggunakan pesawat Boeing 737-300F registrasi PK-OTK dengan nomor penerbangan OEY 400 rute Jakarta (CGK)–Saumlaki (SXK). Pesawat dipimpin oleh Captain Andy Hendrawan selaku Instructor Captain, didampingi First Officer M. Ramadhan, bersama kru Aldi Pratama dan Fanche Lussie, yang berhasil membawa pesawat mendarat dengan aman di Bandara Mathilda Batlayeri. Pendaratan perdana pesawat berbadan besar ini menjadi bukti meningkatnya kapasitas Bandara Mathilda Batlayeri sebagai gerbang logistik strategis di kawasan timur Indonesia.

Water Salute menyambut pendaratan perdana pesawat kargo Boeing 737-300F Rimbun Air
“Keberhasilan ini menunjukkan bahwa Bandara Mathilda Batlayeri siap mendukung operasional pesawat kargo berbadan besar. Kami telah melakukan berbagai persiapan bersama seluruh pemangku kepentingan agar proses penerbangan, penanganan kargo, hingga distribusi logistik berjalan aman, lancar, dan sesuai standar keselamatan penerbangan,” ujar Bpk. Akhmad Romi selaku Kabandara Mathilda Batlayeri.
Beliau menambahkan, keberhasilan tersebut diharapkan menjadi awal meningkatnya aktivitas logistik dan konektivitas udara di Tanimbar, sekaligus memperkuat peran Bandara Mathilda Batlayeri sebagai salah satu simpul logistik strategis di kawasan timur Indonesia dalam mendukung Proyek Strategis Nasional Blok Masela.

Sinergi Bandara dan Rimbun Air Pastikan Kelancaran Penerbangan Perdana
Momentum ini menandai kesiapan daerah menyambut groundbreaking Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Masela yang dijadwalkan berlangsung pada 15 Juli 2026 di Desa Lermatang.
Sebanyak 93 ton logistik dikerahkan melalui jalur udara dan laut. Sebanyak 65 ton dikirim menggunakan Rimbun Air secara bertahap pada 6, 7, dan 9 Juli 2026, sedangkan 28 ton lainnya diangkut melalui jalur laut menggunakan KM Mitra Nusantara, Mano 02, dan Detroit Mas.
Seluruh pengiriman telah dikoordinasikan oleh tim SKK Migas, INPEX, Event Organizer, dan Rimbun Air. Prioritas utama adalah pengiriman Tenda Roder yang mulai dipasang pada 8 Juli sebagai bagian dari persiapan lokasi acara.

Di Bandara Mathilda Batlayeri, proses bongkar muat didukung forklift, armada truk, tenaga kerja khusus, serta sistem penanganan kargo yang telah disiapkan guna memastikan distribusi berlangsung lancar.
Tonggak Baru Bandara Mathilda Batlayeri
Bandara Mathilda Batlayeri memiliki landasan pacu sepanjang 2.300 meter dengan lebar 45 meter. Keberhasilan menerima pendaratan perdana Boeing 737-300F menegaskan kesiapan bandara melayani pesawat kargo berbadan besar dan memperkuat perannya sebagai pintu masuk logistik utama bagi percepatan pembangunan di Maluku, khususnya dalam mendukung proyek strategis nasional Blok Masela.
