Saumlaki, 9 Juli 2026 – Dalam rangka meningkatkan budaya keselamatan penerbangan serta memperkuat kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat di lingkungan bandar udara, telah dilaksanakan Rapat Komite Keselamatan yang dirangkaikan dengan kegiatan Table Top Exercise oleh Unit PKP-PK UPBU Mathilda Batlayeri.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Bandar Udara selaku Ketua Komite Keselamatan, personel PKP-PK, serta seluruh instansi terkait yang tergabung dalam penanggulangan keadaan darurat bandar udara Mathilda Batlayeri.
Pada kegiatan ini, materi disampaikan oleh Bapak Rahmat Tahir dari Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah VIII Manado selaku narasumber. Dalam paparannya, beliau menekankan pentingnya koordinasi, komunikasi yang efektif, serta pemahaman terhadap peran dan tanggung jawab masing-masing instansi dalam menghadapi keadaan darurat di bandar udara. Simulasi ini menjadi sarana untuk menguji prosedur, mekanisme pengambilan keputusan, serta kesiapan seluruh unsur yang terlibat dalam penanggulangan kecelakaan penerbangan.

Bapak Rahmat Tahir (kiri) dari Otoritas Bandar Udara Wilayah VIII Manado didampingi Kabandara Mathilda Batlayeri (kanan)
Rapat Komite Keselamatan membahas berbagai aspek yang berkaitan dengan peningkatan standar keselamatan operasional, evaluasi pelaksanaan program keselamatan, identifikasi potensi risiko, serta langkah-langkah mitigasi untuk memastikan seluruh aktivitas operasional bandar udara berjalan dengan aman dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Usai rapat, kegiatan dilanjutkan dengan Table Top Exercise yang mensimulasikan penanganan keadaan darurat akibat kecelakaan pesawat udara. Mengangkat tema “Manajemen Krisis dan Koordinasi dalam Penanganan Keadaan Darurat,” simulasi ini berfokus pada penguatan sistem komando, koordinasi lintas instansi, efektivitas komunikasi, serta pengambilan keputusan secara cepat dan tepat sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing. Melalui simulasi tersebut, setiap instansi menguji kesiapan personel, prosedur operasi standar (SOP), sistem komunikasi, koordinasi lintas sektor, serta mekanisme pengambilan keputusan dalam menghadapi berbagai skenario keadaan darurat.
Kepala Bandar Udara dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk menjaga tingkat kesiapsiagaan seluruh unsur yang terlibat dalam penanggulangan keadaan darurat.

Bpk. Akhmad Romi saat memberikan penjelasan
“Keselamatan merupakan prioritas utama dalam penyelenggaraan pelayanan bandar udara. Melalui Rapat Komite Keselamatan dan Table Top Exercise ini, kita memastikan bahwa seluruh instansi memiliki pemahaman yang sama terhadap prosedur, mampu berkoordinasi dengan baik, serta siap memberikan respons yang cepat, tepat, dan terintegrasi apabila terjadi keadaan darurat. Saya berharap sinergi yang telah terbangun terus dipertahankan dan ditingkatkan demi terwujudnya keselamatan, keamanan, dan pelayanan penerbangan yang optimal,” tegas Bpk. Akhmad Romi selaku Kepala Bandara.



Bersama memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan demi keselamatan penerbangan.
Kegiatan berlangsung dengan suasana yang aktif dan penuh antusiasme. Para anggota Komite Keselamatan dari berbagai instansi berpartisipasi secara aktif melalui sesi tanya jawab, berbagi pengalaman, serta menyampaikan berbagai masukan berdasarkan kondisi dan tantangan yang dihadapi di lapangan. Diskusi yang interaktif tersebut memperkaya pemahaman seluruh peserta, sekaligus memperkuat koordinasi dan menyamakan persepsi dalam penanganan keadaan darurat di bandar udara. Narasumber, Bapak Rahmat Tahir dari Otoritas Bandar Udara Wilayah VIII Manado (Otban VIII), turut memberikan penjelasan dan tanggapan atas setiap pertanyaan yang disampaikan peserta, sehingga pembahasan berlangsung konstruktif dan menghasilkan berbagai rekomendasi untuk peningkatan kesiapsiagaan ke depan.


Melalui pelaksanaan kegiatan ini, seluruh peserta juga memperoleh kesempatan untuk mengevaluasi efektivitas prosedur yang telah diterapkan, mengidentifikasi potensi kendala dalam penanganan keadaan darurat, serta merumuskan langkah-langkah perbaikan guna meningkatkan kualitas sistem tanggap darurat bandar udara. Diharapkan hasil dari Rapat Komite Keselamatan dan Table Top Exercise PKP-PK ini semakin memperkuat koordinasi antarinstansi, meningkatkan profesionalisme personel, serta mewujudkan sistem penanggulangan keadaan darurat yang lebih efektif, responsif, dan andal dalam mendukung keselamatan penerbangan.