Saumlaki, 10 Juni 2026 – Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Mathilda Batlayeri melaksanakan Rapat Komite Keamanan Bandar Udara pada Rabu (10/6/2026) bertempat di Gedung Emergency Operations Center (EOC) Bandar Udara Mathilda Batlayeri. Kegiatan ini dihadiri oleh anggota komite yang terdiri dari unsur penyelenggara bandar udara, TNI, Polri, instansi pemerintah terkait, serta para pemangku kepentingan yang beroperasi di lingkungan bandar udara.

Rapat secara resmi dibuka oleh Kepala Kantor UPBU Mathilda Batlayeri, Bapak Akhmad Romi. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kolaborasi dan koordinasi yang berkelanjutan antarinstansi dalam menjaga keamanan penerbangan sebagai salah satu aspek utama yang mendukung keselamatan dan kelancaran operasional bandar udara.

Bpk. Akhmad Romi selaku Ketua Komite Keamanan Bandar Udara Mathilda Batlayeri

Keamanan penerbangan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan komitmen seluruh stakeholder. Melalui forum Komite Keamanan Bandar Udara ini, kita dapat menyamakan persepsi, meningkatkan koordinasi, serta merumuskan langkah-langkah strategis dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan penerbangan,” ujar Bpk.Akhmad Romi.

Pada kesempatan tersebut, hadir sebagai narasumber Bapak Ahmad Suyono, Inspektur Keamanan Penerbangan Ahli Madya, yang memiliki pengalaman dan kompetensi luas di bidang keamanan penerbangan. Dalam pemaparannya, beliau menyampaikan materi mengenai perkembangan regulasi keamanan penerbangan, implementasi Program Keamanan Bandar Udara, penguatan budaya keamanan , serta peningkatan kewaspadaan terhadap berbagai potensi ancaman keamanan di lingkungan bandar udara.

Bpk. Ahmad Suyono selaku Narasumber

Bapak Ahmad Suyono juga menekankan pentingnya peran aktif seluruh unsur keamanan dan stakeholder bandar udara dalam menjaga efektivitas sistem keamanan penerbangan melalui penerapan prosedur yang konsisten, peningkatan kompetensi personel, serta penguatan koordinasi lintas sektor.

Selain penyampaian materi, rapat juga diisi dengan sesi diskusi dan evaluasi terhadap pelaksanaan program keamanan yang telah berjalan. Para peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan masukan, pengalaman lapangan, serta berbagai tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan tugas keamanan penerbangan di wilayah Bandar Udara Mathilda Batlayeri.

Usai pelaksanaan Rapat Komite Keamanan Bandar Udara, kegiatan dilanjutkan dengan Table Top Exercise  yang dipandu dan dilaksanakan oleh petugas Aviation Security (Avsec) Bandar Udara Mathilda Batlayeri. Simulasi ini bertujuan untuk menguji kesiapan personel, prosedur koordinasi, serta kemampuan pengambilan keputusan dalam menghadapi berbagai skenario ancaman keamanan penerbangan. Melalui latihan ini, para peserta dapat memahami peran dan tanggung jawab masing-masing dalam situasi darurat maupun kondisi yang berpotensi mengganggu keamanan bandar udara.

Pelaksanaan Table Top Exercise

Sebagai rangkaian penutup kegiatan, dilaksanakan pemusnahan barang sitaan hasil pemeriksaan keamanan penerbangan oleh petugas Avsec. Barang-barang yang dimusnahkan merupakan barang terlarang atau barang yang dilarang masuk ke dalam kabin pesawat sesuai ketentuan keamanan penerbangan yang berlaku dan telah melewati proses administrasi sesuai prosedur. Kegiatan pemusnahan ini dilakukan sebagai bentuk komitmen UPBU Mathilda Batlayeri dalam menegakkan regulasi keamanan penerbangan serta menjaga keselamatan dan keamanan seluruh pengguna jasa transportasi udara.

Penandatanganan Berita Acara Pemusnahan Barang Sitaan

Pemusnahan Sitaan berupa Minuman Keras (Sopi)

 

Melalui rangkaian kegiatan mulai dari Rapat Komite Keamanan Bandar Udara, pelaksanaan Table Top Exercise, hingga pemusnahan barang sitaan Avsec, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat di antara seluruh pemangku kepentingan dalam menciptakan lingkungan bandar udara yang aman, tertib, dan sesuai dengan standar keamanan penerbangan nasional maupun internasional.

Kepala Kantor UPBU Mathilda Batlayeri menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan stakeholder yang telah berpartisipasi aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan. Hasil rapat, evaluasi, serta latihan yang dilaksanakan diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kualitas sistem keamanan penerbangan di Bandar Udara Mathilda Batlayeri.